Hari ini blended learning tidak hanya diterapkan dalam dunia sekolah atau pendidikan saja, akan tetapi juga dalam berbagai training seperti training karyawan, mitra, dll. Perkembangan penerapan blended learning di berbagai negara ini disertai juga dengan perkembangan platform-nya. Sampai dengan hari ini kita bisa menemukan banyak sekali jenis platform yang bisa digunakan untuk melaksanakan program blended learning, mulai dari yang gratis hingga berbayar dan bahkan menggunakan domain sendiri.

Blended learning yang memadukan pembelajaran tatap muka dan e-learning memang sangat membutuhkan platform yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi. Pemilihan platform ini perlu diperhatikan agar fungsinya optimal untuk mensukseskan pelaksanaan program blended learning. Sebab, jika salah memilih, platform blended learning bukannya mendukung tapi malah justru bisa merepotkan penggunanya dan membuat pelaksanaan program menjadi terganggu.

Berikut adalah tips ketika akan memilih platform blended learning:

Pahami Jenis Platform

Dalam “Guide for Designing and Developing E-learning Courses”, platform pembelajaran e-learning dimaknai sebagai seperangkat layanan online interaktif yang menyediakan akses informasi, peralatan dan resource untuk mendukung penyampaian dan manajemen pendidikan melalui internet. Biasanya, ada tiga jenis platform e-learning yang dapat digunakan dalam blended learning, yaitu:

Virtual Learing Environment (VLE)
VLE dikenal memiliki banyak kerumitan pada proses pengembangannya. Namun jenis platform yang satu ini juga sangat user friendly sebab peserta didik dapat mengakses materi kapan pun dan juga bisa dipakai untuk personalisasi pembelajaran. Keunggulan VLE antara lain adalah fitur pelacakan, berbagi, dan komunikasi yang sangat baik. VLE juga dikenal memiliki karakteristik komponen kolaboratif yang kuat. Dengan demikian VLE merupakan platform pembelajaran yang sangat baik digunakan untuk menstimulasi pembelajaran tatap muka dalam program blended learning. Contoh platform yang menggunakan prinsip VLE antara lain “Moodle” dan “Blackboard”.

Learning Management System (LMS)
LMS dikenal sebagai platform yang paling sederhana dan paling banyak dipakai oleh produk e-learing di dunia. Penggunaannya adalah sebagai perangkat software untuk mengelola menu pembelajaran dan pelatihan. Fungsi dasarnya antara lain yaitu melakukan pengiriman, pelacakan dan pengawasan proses pembelajaran online. LMS dapat mengotomatisasi proses pembelajaran, penyampaian materi pembelajaran atau training, mengelola dan menjaga jejak progres dan performa peserta didik dalam semua proses pembelajaran atau pelatihan. Dengan demikian jenis platform ini dapat mengurangi nominal pengeluaran tambahan untuk urusan administratif. Fungsi dan fitur software ini juga dapat dikembangkan dengan berbagai plugin yang menarik. Satu hal yang tidak kalah penting adalah tingkat keamanan dan privasi yang dimiliki LMS dikenal sangat baik.

Learning Content Management System (LCMS)
LCMS lebih berfokus pada fungsi pembuatan, penerbitan dan analisis konten sehingga lebih sering digunakan oleh pengembang atau admin untuk membuat konten pembelajaran e-learning dan blended learning. Materinya bisa berupa artikel, tes atau ujian, games, video dan konten digital lainnya. Pembuatan konten tersebut memiliki jangkauan multi-user sehingga dapat dikerjaran secara kolaboratif pada sistem yang terpusat. Hal ini merupakan salah satu fungsi dari teknologi centralized content management dari platform LCMS. LCMS juga dapat dikembangkan lagi misalnya dengan pengintegrasian dengan plugin atau third-party tools.

 

Pastikan Platform Memiliki Fungsi Pengembangan Skill Peserta Didik

Dalam memilih platform blended learning, ada dua hal utama perlu ditekankan, yaitu:

Pengembangan skill dalam konteks pembelajaran formal dan informal
Yang dimaksud dengan pembelajaran formal adalah kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di sekolah yang dikelola oleh guru. Sedangkan pembelajaran informal adalah kegiatan belajar di luar sekolah dengan menggunakan platform/tools yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Platform tersebut harus dipastikan mampu menjadi fasilitas yang menciptakan lingkungan belajar yang meaningful dan tanpa batas sehingga membuat peserta didik terlibat secara optimal dalam seluruh proses pembelajaran. Dengan demikian, platform ini bisa menjadi media pendukung berkembangnya kecakapan atau skill peserta didik baik melalui proses belajar formal maupun informal.

Pengembangan skill melalui pendekatan pembelajaran secara individu dan kolaboratif
Baik secara individu maupun berkelompok, platform blended learning harus bisa memfasilitasi setiap peserta didik untuk merencakan tujuan, melaksanakan tugas, memonitor progres dan mengevaluasi outcome dalam proses pembelajaran yang mereka ikuti. Selain itu, juga memungkinkan guru atau fasilitator untuk memberikan feedback yang sederhana namun efisien untuk mengidentifikasi kebutuhan peserta didik dan memberikan arahan perbaikan untuk tahap selanjutnya.

 

Pahami Jenis Platform Pastikan Platform Memenuhi Kriteria dari Segi Teknis, Estetika, dan Pedagogi

Untuk memenuhi kebutuhan peserta didik akan platform blended learning, berikut adalah tips dalam memilih platform apa yang akan digunakan berdasarkan rangkuman dari speech yang disampaikan dalam konferensi “Quality in Blended Learning” yang digelar di Wiener Neustadt, Austria pada 2014 lalu.

Dalam segi teknis, platform pembelajaran sebaiknya:

  • memiliki desain yang user-friendly
  • dapat bekerja meskipun dalam koneksi internet yang lemah
  • memiliki banyak alat komunikasi
  • memiliki banyak alat kolaborasi seperti wiki, google docs, dll.
  • dapat dikustomisasi berdasarkan kebutuhan peserta didik
  • stabil, tidak banyak masalah-masalah teknis saat digunakan
  • memiliki update yang terus menerus dan kompatibel dengan versi sebelumnya
  • menyediakan forum yang memfasilitasi solusi jika terjadi masalah teknis
  • memungkinkan pembagian peserta didik dalam beberapa kelas

Dalam segi estetika, platform pembelajaran sebaiknya:

  • memiliki atmosfir penyambutan dengan gambar-gambar menarik dan kata-kata salam yang friendly untuk memotivasi dan memandu peserta didik
  • memiliki langkah pengenalan yang mengindikasikan latar belakang atau tugas yang sangat penting
  • menyediakan peserta didik dengan informasi yang transparan terkait organisasi atau aturan pembelajaran/pelatihan dan jadwal belajar
  • memiliki struktur dan tata letak yang rapi

Dalam segi pedagogi, platform pembelajaran sebaiknya:

  • memiliki materi yang interaktif
    memiliki kegiatan pembelajaran yang berbasis assignment pekanan untuk menilai progres peserta didik
  • materi harus jelas dan meningkatkan partisipasi aktif peserta didik
  • memfasilitasi peserta didik dengan kegiatan tim dan berbagai metode seperti tanya jawab, diskusi, brain storming, role play, dan studi kasus.
  • memberikan fasilitas kepada peserta didik untuk mengetahui informasi perkembangan belajar mereka
  • memberikan feedback yang baik dan benar
  • menyediakan materi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik
  • memiliki struktur yang membuat peserta didik terlibat dalam pembelajaran virtual

Demikian tiga tips dalam memilih platform blended learning, yaitu memahami jenis platform yang akan digunakan, memastikan platform memiliki fungsi pengembangan skill peserta didik, dan memastikan platform memenuhi kriteria dari segi teknis, estetika dan pedagogi.

Setelah memahami hal-hal yang harus diperhatikan dalam tips memilih platform pembelajaran, hal yang tidak kalah penting adalah mencari rekomendasi platform terbaik yang sesuai kebutuhan. Seperti telah disinggung di atas, kita bisa menemukan banyak sekali platform blended learning melalui internet baik yang gratis maupun berbayar. Namun, untuk menunjukkan keprofesioanalan dan kredibilitas, berbagai institusi pendidikan dan perusahaan maupun lembaga pelatihan kerja lebih memilih platform yang berbayar.

Salah satu platform pembelajaran berbayar yang recommended adalah Katalis APP yang sangat cocok digunakan oleh institusi pendidikan, perusahaan, maupun lembaga pelatihan kerja. Keunggulannya antara lain: memiliki fitur quiz, mobile sehingga dapat diakses kapan dan di mana saja, mendukung konsep mastery learning, domain sendiri, course management system, menyediakan sertifikat, dapat memantau perkembangan dan kemajuan, mengurangi biaya maintenance karena no server no software, fasilitas belajar mudah programing editor, memiliki forum diskusi, enterprise ready, dan full support dari tim pengembang untuk persoalan teknis. Guru atau tutor dapat membuat modul dalam platform ini lengkap dengan video dan konten digital lainnya. Diskusi dan saling membagikan konten juga dapat dilakukan dengan platform pembelajaran satu ini, Katalis App. Mempertimbangkan semua keunggulan tersebut, makan Katalis App memang merupakan pilihan yang rekomended sebagai platform yang digunakan dalam blended learning.