Memasuki era digital yang identik dengan perkembangan teknologi yang berjalan cepat, para pelaku bisnis juga dituntut untuk meningkatkan pengetahuan serta kompetensi SDM (sumber daya manusia) sehingga mampu bersaing di tengah persaingan bisnis yang kompetitif. Dengan kesadaran ini, banyak perusahaan di Indonesia baik itu milik pemerintah maupun swasta berusaha meningkatkan kapabilitas karyawannya dengan melakukan pelatihan serta kegiatan pendidikan atau biasa dikenal sebagai pendidikan dan pelatihan (Diklat).

Kegiatan Diklat seperti ini dilakukan secara rutin sebagai upaya perusahaan untuk meningkatkan kualitas SDM para karyawannya. Oleh karena itu, demi mencapai tujuan tersebut tak heran bila perusahaan harus mengeluarkan dana banyak untuk membiayainya. Tak hanya diklat, in house training pun tetap membutuhkan biaya yang banyak bagi perusahaan karena menyangkut pada akomodasi instruktur, pembayaran honor, konsumsi, pengadaan bahan-bahan serta penyewaan tempat. Belum lagi bila karyawan tidak rutin untuk hadir maka perusahaan akan menanggung kerugiannya. Oleh karena itulah, diperlukan sebuah inovasi yang dapat memenuhi segala tujuan diklat tersebut sekaligus tidakmengurangi nilai dari proses pembelajaran meski dengan harga murah. Dari sinilah, internet berperan besar untuk menjadi sarana informasi, komunikasi bahkan media pembelajaran yang efektif dan efisien. Salah satu fasilitas internet yang mulai banyak digunakan sebagai media pembelajaran tersebut adalah fasilitas Electronic Learning (e-learning).

E-learning merupakan paket pembelajaran yang dilengkapi dengan alat bantu belajar (software teaching tools), alat bantu simulasi (simulation tools), alat bantu evaluasi (assessment tools), hingga alat bantu manajemen/administrasi (administration tools). E-learning dikemas sedemikian rupa agar bisa menjadi media subsitusi pembelaaran yang menarik, mudah dibaca, serta mudah dipahami sehingga bisa digunakan lintas jarak (jarak jauh). Pada awalnya e-learning sebagai program edukasi hanya ditujukan bagi institusi pendidikan saja misalnya perguruan tinggi serta pemerintah, namun seiring berjalannya waktu berbagai institusi bisnis seperti perusahaan milik negara (BUMN) dan swasta baik itu besar maupun menengah di dalam maupun luar negeri juga menggunakan e-learning. Hasilnya sangat produktif karena terbukti bahwa diklat dengan e-learning membuat perusahaan tidak perlu lagi mengeluarkan dana tambahan demi biaya perjalanan, pendidikan dan pelatihan serta operasional. Upaya efisiensi ini ternyata juga diiukuti oleh banyak institusi bisnis di Amerika. Bahkan, pada tahun 2004, data American Society for Training and Development menunjukkan bahwa hampir 60% perusahaan di Amerika menggunakan e-learning di perusahaan mereka.

Fenomena penggunaan e-learning ini ternyata juga menarik banyak perusahaan di Indonesia untuk melakukan hal yang sama. Diketahui ada beberapa perusahaan yang menggunakan fasilitas e-learning sebagai fasilitas pendidikan online yang dirasa efektif dan efisien. Beberapa diantaranya adalah Indosat, Garuda Indonesia, Bank Mandiri, Telkom, BII, IBM Indonesia, SAP Indonesia, Citibank, TNT Indonesia, FIF, BNI, PT. KAI, Medco E&P, Astra Graphia, serta Makro Indonesia. Dua diantaranya akan dijelaskan lebih detail sebagai berikut.

PT GARUDA INDONESIA (PERSERO)

PT Garuda Indonesia merupakan maskapai penerbangan pertama sekaligus terbesar di Indonesia yang melayani banyak rute destinasi baik domestik maupun mancanegara.  Memiliki lebih dari 40 rute destinasi, Garuda Indonesia menekankan fokus-nya pada pelayanan dan penyedia jasa penerbangan terlengkap dan paling utama bagi para pelanggan yang ingin mengirimkan kargo dan melakukan perjalanan. Ada lebih dari 9 juta pelanggan yang memakai jasa Garuda setiap tahunnya dan itu berarti bahwa ada lebih dari 93.000 penerbangan dalam 365 hari itu.

Sebagai persero penerbangan terbesar di Indonesia yang menyajikan layanan full service, Garuda memiliki lima anak perusahaan yakni PT GMF Aero Asia yang bergerak di bidang jasa pemeliharaan pesawat terbang, PT Aerowisata yang bergerak di bidang Travel, Hotel, Transportasi dan Katering Pesawat, PT Lufthansa System Indonesia yang bergerak di bidang IT Provider & Solution dan PT Gapura Angkasa (Ground Handling) yang bergerak melayani bidang IT Provider and Solution serta PT ABACUS Distribution System sebagai penyedia jasa reservasi via komputer. Langkah ini sudah membuktikan bahwa Garuda Indonesia serius dalam meningkatkan pelayanan dan ekspansi bisnisnya di berbagai bidang. Demi menunjang kesuksesan serta rasa percaya masyarakat terhadap Garuda semakin meningkat, maka perusahaan pun ikut menerapkan program e-learning terhadap para karyawannya. Beberapa program e-learning tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Edukasi Bahasa Asing

Bahasa asing sudah menjadi tren sejak lama. Hal itu ditunjukkan dengan meningkatnya kebutuhan akan bahasa asing di Indonesia. Ditambah lagi dengan meningkatnya kebutuhan kemampuan bahasa asing setiap tahunnya. Melihat dari banyaknya lulusan Garuda Indonesia masih SMA dan D3, tentu saja kebutuhan bahasa asing ini sangat penting. Perusahaan pun jeli memanfaatkan momentum e-learning ini. Pembelajaran alternatif ini pun menjadi solusi yang kreatif bagi para karyawan. Masalah jadwal belajar yang kurang fleksibel oleh karena pekerjaan yang padat membuat e-learning menjadi satu-satunya solusi yang jitu bagi perusahaan untuk meningkatkan SDM para karyawannya.

  1. Belajar e-commerce

Kebutuhan pilot Garuda yang lumayan besar setiap tahunnya yakni sekitar 400 orang serta kebutuhan akan karyawan dengan posisi lain membuat perusahaan harus menyiasati bagaimana cara agar para karyawan tetap bisa belajar. Hal itu merupakan aspek penting dalam menjaga standar mutu perusahaan  apalagi sebagian besar karyawan Garuda adalah lulusan SMA dan D3.

Keberadaan e-learning mampu mempercepat proses pembelajaran internet e-commerce. Transaksi yang dilakukan lewat internet diantaranya adalah pemesanan dan pembelian barang, transfer uang, promosi perusahaan serta pemasaran dapat berjalan dengan lancar.  Memang, penggunaan e-learning memiliki banyak tantangan misalnya masalah integrasi ke dalam Human Capital, audit compliance, sisi infrastruktur serta belum bisa dijadikan pakem untuk program pembelajaran secara penuh. Namun, tetap saja e-learning bisa membawa dampak dan perubahan terhadap para karyawan Garuda. Perusahaan menjadi siap untuk berperan sebagai market leader domestik dan internasional dalam bidang e-travel. Bila karyawan Garuda tidak belajar melalui pembelajaran e-learning maka perusahaan akan susah untuk berkompetisi secara global karena karyawan tidak bisa mengoperasikan platform e-commerce.

  1. Kebutuhan e-business (Electronic Business System)

Dalam dunia penerbangan, e-business memiliki peran yang sangat penting. E-business dapat membantu perusahaan dalam aktivitas utama serta penunjang operasionalnya. Aktivitas utama terkait operasi perusahaan penerbangan, pemasaran, inbound dan outbond logistics, penjualan tiket pada konsumen serta layanan atau service. Sedangkan kegiatan penunjangnya berkaitan dengan manajemen sumber daya manusia, kegiatan procurement dan pengembangan teknologi. Oleh karena itulah pada industri penerbangan, pemanfaatan teknologi berbasis internet sangatlah penting agar kegiatan operasional perusahaan tetap berjalan, termasuk kegiatan pemasaran perusahaan. Oleh karena itulah, hadirnya e-learning dapat memudahkan karyawan Garuda Indonesia untuk melakukan berbagai kegiatan bisnis secara elektronik termasuk transaksi bisnis, sharing informasi pelanggan dengan supplier, serta operasi fungsi-fungsi perusahaan.

  1. Manajemen Sumber Daya Manusia

Pembelajaran e-learning tidak hanya mengenai proses mengetahui sesuatu yang tidak diketahui sebelumnya lewat media digital, namun juga berkaitan dengan pengelolaan talenta-talenta yang siap untuk menjadi pemimpin perusahaan di masa depan. Budaya kerja yang working environment dapat menjadi lebih kondusif karena perusahaan selalu mendorong kinerja terbaik dan kontinyu bagi para karyawannya.

Selain PT Garuda Indonesia (Persero), Bank Mandiri juga menjadi salah satu perusahaan BUMN yang menerapkan e-learning sebagai program pelatihan utama bagi  para karyawannya. Berikut penjelasan mengenai penggunaan e-learning untuk meningkatkan kualitas dan mutu para karyawannya.

 

BANK MANDIRI

Seiring dengan perkembangan teknologi, sistem pembelajaran pun menjadi multi variasi. Tak hanya dunia pendidikan yang dituntut untuk mengikuti zaman, para pelaku bisnis dan perbankan juga dituntut untuk melakukan hal yang sama. Bagaimana tidak?! Proses pembelajaran dalam suatu usaha atau bisnis bagi para karyawannya agar berdampak pada mutu perusahaan tersebut. Oleh karena itulah e-learning hadir dalam memudahkan proses tersebut. Keberadaan e-learning dengan dukungan teknologi informasi akan membawa dampak signifikan bagi proses transformasi pembelajaran dan pendidikan konvensional ke dalam bentuk digital baik itu secara isi maupun sistem. Selain itu, e-learning juga memungkinkan tingginya perkembangan fleksibilitas belajar. Hal itu tentu saja sangatlah berguna bagi banyak perusahaan termasuk diantaranya perusahaan perbankan seperti Bank Mandiri. Ada beberapa alasan mengapa Bank Mandiri mulai menerapkan sistem e-learning.

  1. Penunjang Pelatihan dan Pengembangan

Seperti diketahui, Bank terus menerus berupaya untuk meningkatkan kapabilitas dan kemampuan sumber daya manusia (karyawan)-nya baik melalui pelatihan profesional yang berkelanjutan serta rekrutmen staf-staf yang berkualitas. Salah satu diantara Bank yang memiliki ultimate goal itu adalah Bank Mandiri. Perusahaan perbankan berlabel BUMN ini menerapkan sistem e-learning sebagai salah satu penunjang pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia (karyawan) Bank Mandiri. Sumber daya manusia yang berkualitas merupakan aspek penting dalam mempertahankan keunggulannya yang semakin kompetitif serta tentu saja mendukung strategi bisnis Bank Mandiri. Oleh karena itulah, Bank Mandiri terus memperbarui dan mengembangkan program pelatihan pada para karyawan tetap sehingga para karyawan bisa menjadi yang terdepan dalam lingkungan bisnis yang baik dan dinamis.

  1. Efisiensi Lini Kerja

Salah satu manfaat pembelajaran e-learning adalah efisiensi lini kerja. Efisiensi akan menghadirkan pengembangan perusahaan semakin pesat sehingga dalam waktu bersamaan keuntungan perusahaan pun semakin bertambah. Namun, persaingan antar perusahaan lebih nyata bila memiliki bidang bisnis yang sama sehingga hampir seluruh perusahaan perbankan di Indonesia mengaplikasikan e-learning. Tingkat persaingan yang semakin meningkat ini membawa trend positif bagi para karyawan agar terus berusaha mengembangkan diri memajukan perusahaan

  1. Memaksimalkan Penjaringan Nasabah

Sumber Daya Manusia dalam hal ini karyawan yang berwawasan e-learning dapat membawa perubahan positif bagi perusahaan. Para karyawan dapat berusaha semaksimal mungkin untuk menjaring nasabah serta mempromosikan produk-produk perbankan yang mereka miliki melalui pengetahuan e-learning yang mereka miliki.

  1. Memenangkan Persaingan

Persaingan teknologi dalam berbisnis dalam dunia modern sekarang ini sungguh tak dapat dihindari. Lewat e-learning, perusahaan yang mampu mengikuti dan mengaplikasikan perkembangan itulah yang akan memenangkan persaingan yang terus menerus berjalan. Bila perusahaan ketinggalan satu langkah saja maka pasti akan didahului oleh perusahaan yang lainnya. Oleh karena itu, proses upgrade SDM lewat e-learning sangat dibutuhkan untuk memenangkan persaingan dengan perusahaan lain.

  1. Peningkatan Profesionalisme

Peningkatan profesionalisme yang dimaksud disini berkaitan dengan keterampilan manajemen (kepemimpinan) dan keterampilan administrasi, yang tentu saja merupakan bagian dari sumber daya manusia (SDM). Proses pembelajaran melalui e-learning dengan bantuan teknologi informasi data mempercepat proses pengembangan professionalisme. Hal itu disebabkan oleh karena e-learning dapat diakses di seluruh kantor cabang Bank Mandiri di seluruh Indonesia dalam waktu yang tidak terbatas. Program e-learning bahkan menyediakan ratusan materi pelatihan juga ribuan soal-soal tes evaluasi dari bermacam topik pelatihan. Tujuan dilakukannya tes ini tentu saja untuk melihat sejauh mana peningkatan pengetahuan peserta yang terlibat.

Mengingat pentingnya e-learning, ada beberapa alasan yang membuat program pembelajaran ini harus digunakan dibandingkan cara-cara tradisional.

  1. Good Change Management

Kehadiran e-learning menjadi sebuah terobosan baru untuk mempermudah divisi HR perusahaan untuk mengisi kekurangan mereka serta mengembangkan kemampuan karyawan. Hal ini tentu saja akan mendobrak budaya belajar orang Indonesia yang terbiasa dengan metode tatap muka. Oleh karena itu, belajar menggunakan e-learning akan mengubah kebiasaan tersebut sehingga karyawan lebih mengenal budaya belajar mandiri. Pergeseran budaya seperti ini dapat memfasilitasi terjadinya change management yang baik dalam perusahaan.

  1. Efisiensi Pengeluaran

Jikalau perusahaan sebesar Garuda Indonesia melakukan in-house training maka pastilah akan mengeluarkan biaya yang cukup banyak. Beberapa pengeluaran tersebut diantaranya adalah pembayaran honor, penyewaan tempat, pembayaran konsumsi, pengadaan bahan-bahan serta akomodasi instruktur. Belum lagi bila karyawan tidak hadir di posisi tugas rutinnya karena alasan Diklat. Hal itu tentu saja makin membuat pekerjaan menjadi terbengkalai. Mengingat Garuda yang memiliki ribuan karyawan, tentu saja cara e-learning lebih efektif dibandingkan bila melakukan pelatihan secara konvensional

  1. Training Lebih Efektif

Tahun 2007 merupakan tahun-tahun mulai berkembangnya e-learning ke seluruh dunia. Banyak perusahaan yang mulai melirik metode pelatihan dan training yang dirasa efektif bagi karyawan-karyawannya. Hal ini tentu saja sangat penting terutama bagi perusahaan besar yang memiliki banyak cabang dan karyawan yang tersebar di seluruh Indonesia, apalagi perusahaan sebesar PT Garuda Indonesia.

 

 

  1. Pengembangan Skill Karyawan

E-learning bisa menjadi sebuah cara baru yang efektif dalam mengembangkan kemampuan karyawan. Perusahaan sebesar Garuda mau tidak mau harus siap untuk menerima e-learning karena perusahaan ini memiliki beberapa content yang harus dideliver dengan cepat. Sistem yang canggih dan teknologi yang baik akan membuat perusahaan dapat mendevelop para karyawannya lebih baik.

Kesemua alasan yang mendasari mengapa PT Garuda Indonesia dan Bank Mandiri memilih e-learning adalah karena proses peng-upgrade-an skill karyawan yang bermuara pada peningkatan sumber daya manusia-nya menjadi lebih mudah. Kemampuan manajerial karyawan meningkat, perusahaan tidak perlu menghabiskan pengeluaran lebih banyak serta operasional perusahaan pun berjalan lebih maksimal oleh karena pembelajaran e-learning sejalan dengan teknologi yang semakin berkembang.