Semua orang jenius. Tetapi jika Anda menilai seekor ikan dari kemampuannya memanjat pohon, seumur hidupnya ikan itu akan percaya bahwa ia bodoh.

Kutipan di atas memang masih kontroversial apakah dibuat oleh Albert Einstein, Matthew Kelly, atau Apocryphal. Namun, fokus pembahasan kita adalah lebih pada isinya daripada penulisnya.

Kutipan tersebut menyiratkan bahwa setiap orang memang cerdas tetapi memiliki gaya belajar yang berbeda. Seperti halnya seekor ikan yang akan tampil jauh lebih baik dalam berenang daripada memanjat pohon. Hal tersebut sama dengan seseorang yang mungkin akan memahami materi lebih baik dengan cara membaca daripada mendengarkan. Oleh karena itu, guru, tutor, atau penyelenggara pendidikan harus mampu mengajarkan cara belajar peserta didik untuk mencapai pembelajaran yang efektif.

Apa yang dimaksud dengan gaya belajar?

Gaya belajar adalah identifikasi cara seseorang agar dapat belajar dengan baik. Istilah ini merupakan bahasan yang lifetime dalam bidang psikologi dan pendidikan karena berkaitan dengan pencapaian tujuan pembelajaran dan cara membuat seseorang belajar secara efektif.

Ada berbagai kategori gaya belajar dan telah populer sejak tahun 1970-an dan 1980-an. Namun, model VARK Neil Fleming adalah kategori gaya belajar yang paling banyak digunakan. Model VARK ditemukan pada tahun 1987 dan bertujuan untuk membantu pelajar belajar lebih banyak tentang preferensi belajar mereka.

VARK adalah singkatan dari Visual, Auditory, Reading and Writing, dan Kinestetik. Begitulah cara Neil Fleming mengkategorikan gaya belajar. Para pelajar diidentifikasi apakah mereka dapat belajar dengan hasil pemahaman terbaik melalui metode pengajaran dan alat bantu yang memfasilitasi pembelajaran visual, auditori, membaca/menulis, atau kinestetik.

Mengapa kita harus mengakomodasi gaya belajar?

Setiap pelajar atau peserta training dapat menyerap informasi secara berbeda berdasarkan gaya dan kecepatan belajar mereka. Menyediakan konten pembelajaran yang dapat diakses oleh semua peserta didik dan sesuai dengan gaya belajar mereka akan membantu mereka untuk lebih mudah memahami materi. Dengan demikian proses pembelajaran akan lebih efektif dan menarik.

Selain itu, memahami gaya belajar setiap pelajar akan membuat kursus atau institusi Anda lebih inklusif. Inklusivitas ini akan menjadi nilai tambah bagi kursus atau lembaga pelatihan Anda. Selain itu juga akan menarik lebih banyak orang dan menambah lebih banyak penjualan.

 

Mengakomodasi gaya belajar dalam pembelajaran online melalui LMS

Mengakomodasi gaya belajar berarti menyediakan konten pembelajaran yang sesuai dengan cara belajar peserta didik. Misalnya melalui gaya belajar VARK. Langkah selanjutnya adalah menentukan alat bantu belajar dan aktivitas yang memungkinkan pelajar memperoleh pengetahuan dengan sebaik-baiknya.

Mengakomodasi gaya belajar dalam pembelajaran daring atau online tidak semudah tatap muka. Perlu lebih banyak kreativitas dan usaha. Berikut ini penjelasan lebih rinci.

Visual

Sekitar 65% orang di seluruh dunia adalah pembelajar visual. Mereka belajar dari sesuatu yang mereka lihat, seperti gambar, diagram, bagan, dan presentasi. Mereka biasanya membuat catatan visual sendiri. Jadi, mereka membutuhkan bantuan visual untuk dapat belajar dengan baik. Misalnya dengan menggunakan video yang menjelaskan materi pelajaran, menyematkan video dari YouTube untuk ditonton, informasi dalam diagram atau tabel, konten dalam gambar atau tayangan slide, lembar kerja yang dapat diunduh, dan meminta siswa untuk memilih gagasan utama pelajaran serta kemudian menuliskannya dalam berbagai warna.

Auditori

Memberikan kursus Anda hanya dalam format teks lengkap akan menjadi tantangan bagi pelajar auditori. Mereka harus berjuang sangat keras untuk memahami materi dengan cara membaca. Itu sebabnya Anda perlu memvariasikan konten pembelajaran untuk mengakomodasi pembelajar auditori yang membutuhkan penguatan melalui suara. Mereka akan bisa belajar dengan sangat baik dengan cara mendengarkan, seperti mendengarkan penjelasan guru. Untuk contoh lainnya, Anda dapat mengakomodasi pelajar auditori dengan membuat video yang menjelaskan pelajaran, file audio untuk didengarkan, menyematkan podcast atau video YouTube, dan menyiapkan forum tanya jawab langsung. Ingat bahwa pelajar auditori tidak akan tinggal diam untuk waktu yang lama. Jadi, perlu dirancang kegiatan yang memungkinkan mereka untuk berbagi ide atau mengajukan pertanyaan misalnya dalam forum video konferensi.

Membaca dan Menulis

Tipe pelajar ini akan mampu belajar paling baik dengan membaca dan menulis. Sekilas memang hampir mirip dengan pembelajar visual. Tapi, mereka lebih fokus pada kata-kata, bukan gambar seperti pembelajar visual. Guru dapat membantu mereka dengan membuat catatan dan daftar periksa yang dapat diunduh untuk ditinjau oleh siswa setelah kelas berakhir, memberikan informasi dalam diagram atau tabel, menggunakan daftar, dan menyarankan bacaan tambahan dengan memberikan tautan ke blog atau posting situs web yang terkait dengan pelajaran. Jenis pelajar ini belajar dengan sangat baik dalam model pembelajaran jarak jauh.

Kinestetik

Pelajar kinestetik akan belajar dengan sangat baik jika mereka melakukan sesuatu atau bergerak. Untuk membantu mereka belajar, Anda dapat menyediakan lembar kerja yang dapat diunduh untuk diselesaikan, memberi mereka masalah untuk dipecahkan, menyediakan alat bantu belajar interaktif seperti konten SCORM yang memungkinkan mereka untuk terus bergerak, berkolaborasi menulis online, dan gamifikasi.

Untuk mendistribusikan berbagai alat bantu pembelajaran tersebut dalam pembelajaran daring diperlukan sebuah LMS. Namun, Anda tidak dapat memilih sembarang LMS tanpa mempertimbangkan kompatibilitasnya. Pastikan LMS Anda kompatibel dengan berbagai format konten pembelajaran. Salah satu LMS yang kami rekomendasikan adalah Katalis.App. Produk LMS ini kompatibel dengan banyak format konten, mobile-friendly, dan tidak penuh drama trouble karena berjalan di bawah Open edX.

 

 

Dapatkan Update Artikel Kami!

* indicates required